melihat eksistensi abstrak
dengan sebagian indera
namun tetap ragu dan
menunggu hingga IA
menampakkan diri
pada semua indera
bukankah iman
adalah indera hati
sebagaimana pandangan
pada mata
maafkan aku
yang bodoh
meski telah KAU pilih
yang buta
oleh permainan kehidupan
(ketika aku bertanya : Apakah TUHAN itu ada?)


No comments:
Post a Comment