Keampunan bagaikan bau harum yang diberikan oleh sekuntum bunga yang terinjak!
Ungkapan ini menunjukkan betapa berat harga dari sebuah pengampunan dan juga betapa luhur dan indahnya memberi pengampunan itu.
Raja Louis XII sebelum naik tahta di Perancis pernah dimasukkan ke dalam penjara oleh lawan politiknya. Kemudian setelah ia menjadi raja, ia diajak untuk membalas mereka. Nama – nama para lawannya sudah dicatat pada selembar kertas. Dibelakang tiap-tiap nama tersebut Raja Louis XII memberikan tanda salib dengan tinta merah.
Ketika para lawannya mendengar hal itu maka mereka sangat ketakutan dan hendak melarikan diri. Kemudian raja menjelaskan bahwa tanda itu merupakan perjanjian dari keampunan yang diberikan atas nama Kristus yang disalibkan itu. Di atas salib itu IA mengampuni musuh-musuhNya dan berdoa untuk mereka.
Penerimaan Tuhan atas hidup kita dipengaruhi juga oleh kerelaan kita untuk mengampuni orang lain. Mengampuni bukan soal sulit atau tidak, tetapi soal mau atau tidak. …. Dan ampunilah kami akan kesalahan kami seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami…..(Luke 11:4a)


No comments:
Post a Comment